Skip to main content

Ranting itu Penting

Sri Lestari Linawati

 

 

“Tok tok tok…”

Terdengar pintu depan rumah saya diketuk. Segera saya menuju depan. Ternyata Mbak Martini tetangga depan rumah mengantarkan undangan peserta Baitul Arqom Muhammadiyah ‘Aisyiyah Banyuraden. “Bu Wijayanti mengantar ke rumah saya,” kata Mbak Martini. Segera saya merespon, “Oya, Mbak, terima kasih.” Bu Wijayanti adalah ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Banyuraden. Sehari-hari aktivitas utama beliau adalah kepala perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Dari Bu Wijayanti saya banyak belajar tentang kehidupan bermuhammadiyah dan ber’aisyiyah di ranting. Di ranting itu berbeda dinamikanya dengan pusat. Berbeda pula dengan kehidupan kampus.

 

Di pusat, kiprahnya lebih banyak ke factor kebijakan dan koordinatif. Adapun kehidupan bermuhammadiyah di kampus, programnya sudah ada pos anggaran. Bagaimana dengan ranting? Di ranting itu lebih banyak ke amalan hidup sehari-hari. Dananya beberapa mengajukan proposal, namun selebihnya adalah iuran anggota. Urunan. Kita yang usul, kita menyusun program, kita harus siap pula mendanai program. Asyik kan?

 

Lalu bagaimana dengan undangan Baitul Arqom Ranting?

Mungkin saya orang yang paling bahagia dengan terlaksananya Baitul Arqom ini. Sebabnya? Sederhana saja. Karena awalnya saya termasuk orang yang harus bertanggung jawab penuh. Waktu itu khusus untuk ibu-ibu ‘Aisyiyah Ranting. Karena kesibukan kampus, program ranting ini tertunda selalu. Hampir putus asa. Malu rasanya akan datang pertemuan rutin Ranting tiap bulan. Pengajian rutin pun rasanya enggan hadir karena masih punya utang Baitul Arqom. Namun Bu Wijayanti selalu menyemangati saya. Beliau memaklumi aktifitas saya. “Tidak apa-apa. Kita fikirkan bersama,” begitu support Bu Ketua selalu.

 

Kabar terbaru adalah bahwa pelaksanaan Baitul Arqom digabung dengan bapak-bapak Pimpinan Ranting Muhammadiyah Banyuraden. Alhamdulillah.. “Sudah gabung dengan bapak-bapak kok, Bu, jadi kita tinggal ngikut saja. Besok kita rapat bersama,” kata Bu Ketua. Lega hati ini mendengarnya.

 

Bakda isya’ waktu itu diselenggarakan rapat bersama antara ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah bertempat di masjid Mujahidin Cokrowijayan. Maksud hati hadir, namun persiapan ujian OSCIE baru kelar jam 22.00. Karena tempat saya mencetak bahan ujian dekat dengan masjid Mujahidin, saya coba sejenak mampir. Ternyata rapat baru saja diakhiri. Dengan sabar pula Bu Ketua menjelaskan hasil rapat malam itu, sambil menyajikan sepiring siomay untuk saya dan segelas teh hangat. Beginilah rapat ala ranting. Yang ketempatan rapat itulah yang menyajikan hidangan. Saya melihat bagaimana tiap anggota berlomba-lomba dalam kebaikan. Semua ingin memberi.

 

Sebelumnya, di lingkup ‘Aisyiyah Ranting Banyuraden telah dilangsungkan rapat persiapan ini di rumah Bu Zuliani Rusida yang biasa disapa Bu Kholiq. Beliau adalah Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Gamping yang sebelumnya beliau menjabat sebagai Ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Banyuraden. Rapat biasanya berlangsung sejak bakda isya’ hingga jam 22.00. Maklumlah bila siang hari kami semua bekerja. Hanya bisa bertemu di malam hari. Beda dengan kampus kan? Kampus akan mengadakan persiapan hingga malam hari hanya bila ada perhelatan tertentu, misal akreditasi, atau Tanwir ‘Aisyiyah. Selebihnya kita menyiapkannya di jam kantor.

 

Diskusi Ranting ‘Aisyiyah berikutnya diselenggarakan pada pertemuan rutin bulanan yang bertempat di TK ABA Dukuh II Somodaran. Dari proses ini saya melihat pertumbuhan kehidupan ranting yang berlangsung perlahan namun pasti. Program kami sebelumnya yang baru usai adalah Pentas Kreativitas dan Santunan Anak Yatim dan Dhuafa.

 

Apakah baru kali ini ikut Baitul Arqom?

 

Nggak juga sih. Pernah ikut baik di IPM maupun Baitul Arqom yang wajib diikuti di kampus. Mengelola Baitul Arqom dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa adalah ketugasan kami di kampus. Trus kenapa mau ikut sebagai peserta?

 

Asyik saja..

Saya sangat menikmati proses persiapan Baitul Arqom ini, dari waktu ke waktu. Kami sering menyebutnya “Be-A”. Kebetulan mas suami juga nggak mempermasalahkan keikutsertaan saya sebagai panitia sekaligus peserta. Anak-anak kami juga sudah memiliki aktivitas masing-masing, jadi tidak masalah bila saya harus pergi semalam mengikuti Be-A ini. Persiapan terakhir yang saya ikuti adalah rapat di rumah dr. H. Ahmad Faesol, Sp. Rad. Beliau adalah direktur Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Bu Tika Absari istri beliau yang sehari-hari aktif di kesekretariatan UMY menyiapkan ubo rampe rapat. Berbagai sajian malam beliau siapkan. Ada klengkeng, tahu isi, spon cake, kue lumpur, pisang goring dan segelas teh hangat. Hujan deras yang mengguyur desa kami malam itu seakan tak mengendurkan semangat kami untuk persiapan akhir Be-A.

   

 

Alhamdulillah, bersamaan dengan undangan peserta ini kami terima juga manual acara Baitul Arqom PRM PRA Banyuraden. Be-A ini dikelola oleh Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman. Acara akan dilangsungkan di Wisma Puas Kaliurang, sesuai dengan harapan ibu-ibu agar acara diselenggarakan di puncak. Acara akan dimulai pada Sabtu, 14 Maret 2020, jam 10.00, kedatangan peserta, hingga Ahad, 15 Maret 2020, jam 15.00 RTL dan Penutupan.

    

 

Sebagaimana Be-A lainnya, materi meliputi: Hakikat Islam I “Peran Tauhid dalam Kehidupan” yang akan disampaikan Bapak Harjaka, M.Pd. (Ketua PDM Sleman). Materi kedua adalah “Apa itu Muhammadiyah (MADM)” yang akan disampaikan Bapak Dr. Untung Cahyono, M.Hum. (PWM DIY). Materi ketiga adalah “Tuntunan Ibadah Sesuai Putusan Tarjih” insyaallah disampaikan Bapak Achmad Affandi, M.S.I. (PDM Sleman). Fathul Qulub di akhir sesi akan dipimpin oleh Imam Training.

 

Shalat lail dilanjutkan shalat shubuh dan kultum menjadi suatu kegiatan yang khas dalam perkaderan Muhammadiyah ‘Aisyiyah. Dengannya kita memahami bahwa bermuhammadiyah ber’aisyiyah itu hakikatnya adalah berislam, maka shalat dan mendekatkan diri kepada Allah adalah hal mutlak yang wajib kita tegakkan.

 

Dilanjutkan dengan Outbound “Team and Trush Building” oleh Tim Outbound MPK PDM Sleman. Selain olahraga untuk kebugaran kita, gerak di pagi hari ini dikondisikan untuk membangun sebuah tim kerja yang solid.

 

Setelah istirahat sejenak, bersih diri dan sarapan, dilanjutkan dengan materi keempat tentang “Akhlak Kepemimpinan Muhammadiyah (Menjadi Pemimpin yang STAF)”. Materi ini akan disampaikan oleh Bapak Dr. H. Samiyanto (PCM Gamping). Materi kelima akan disampaikan oleh Bapak Ridwan Furqoni (LPCR PP Muhammadiyah) dengan tema “Gerakan Jama’ah dan Dakwah Jama’ah menuju Ranting Unggul dan Maju”.

 

Pretest dan posttest adalah agenda tetap perkaderan. Dimulai dengan kontrak belajar, diakhiri dengan RTL atau Rencana Tindak Lanjut. Bismillah.

 

Siapa yang akan menjadi peserta Be-A ini? Adalah 35 bapak/pemuda dan 35 ibu/pemudi di lingkungan Banyuraden. Tampaknya kegiatan Be-A ini akan menarik karena forum ini menjadi ajang silaturahmi antar peserta. Maklumlah, 19 tahun dari 23 tahun saya tinggal di dusun Kanoman Banyuraden ini saya habiskan untuk focus menangani BirruNA “PAUD Berbasis Alam dan Komunitas”. Enam tahun terakhir saya focus juga di kegiatan perkaderan kampus dan pengembangan kehidupan islami kampus. Karena itulah, pemahaman saya tentang personal Aisyiyah Muhammadiyah di Ranting Banyuraden sangat terbatas. Paling hanya kenal nama dan wajah.

 

Apa saja perlengkapan yang harus dibawa dan bagaimana teknis keberangkatan ke Kaliurang disampaikan oleh panitia secara tertulis dalam undangan. Kaos pun telah dibuat agar dapat dipakai saat outbound. Perbincangan di grup whatsapp “Paguyuban ‘Aisyiyah Banyuraden” telah mulai ramai. Maklumlah kian mendekati pelaksanaan. Begitu juga grup whatsapp Panitia Baitul Arqom dan grup Peserta Baitul Arqom 14-15 Maret. Poin terakhir surat berbunyi “Wajib menjaga nama baik pribadi dan persyarikatan Muhammadiyah”.

 

Demikianlah salah satu potret kegiatan ranting Muhammadiyah ‘Aisyiyah. Menunjukkan pada kita semua bahwa ranting itu penting. Semoga cerita ini dapat memberikan gambaran kepada pendatang baru di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Seringkali saya mendapat pertanyaan dari teman-teman, selain bertanya tentang pembuatan KTAM/ KTAA, yaitu “Bagaimana kami harus menjalani kehidupan bermuhammadiyah atau ber’aisyiyah di Ranting?”

 

Harapan selanjutnya tentu agar di ranting kegiatannya akan semakin gayeng, lebih tertata, terkoordinir dengan baik. Inilah mungkin yang ditanyakan mahasiswa di kelas teori AIK “Apa yang dimaksud dengan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya?”

 

Saya pun berbahagia menjalani kehidupan di ranting. Tak kurang sibuknya dengan kehidupan dan aktivitas di pusat atau kampus. Tak berlebihan kiranya saya menjiwainya. Dengan ini, saya sedang bicara dengan mahasiswa saya yang menempuh kuliah praktikum AIK dengan materi “Wiki ‘Aisyiyah”, mereka melakukan kunjungan dan wawancara tentang ketua dan tokoh ‘Aisyiyah Muhammadiyah Ranting, amal usahanya dan juga kegiatannya. Inilah indahnya proses pengajaran. Pengajaran bukan saja sederet kata-kata, namun juga tindak laku perbuatan terhadap apa yang kita sampaikan. Satunya kata dan perbuatan. Semoga ikhtiar ini memotivasi mahasiswa untuk mengetahui Muhammadiyah ‘Aisyiyah, memahaminya dan memberikan inspirasi untuk bergerak lakukan syiar, amin. Wallahu a’lam. []

 

Banyuraden, Gamping, Sleman, 13 Maret 2020

 

 

Sri Lestari Linawati akrap disapa Mbak Lina atau Bu Lina, adalah pegiat literasi, penggagas BirruNA “PAUD Berbasis Alam dan Komunitas”, peneliti pada Pusat Dunia (Pusat Studi Anak Usia Dini dan Keluarga Yogyakarta) dan Dosen UNISA Yogyakarta. Buku solo pertamanya berjudul “Menggerakkan IPMawati”, 1997. Buku solo keduanya berjudul “Bahasa Arab di Mata Santri ABG: Studi Persepsi Pembelajaran Bahasa Arab Siswa SMP Ponpes Modern MBS Yogyakarta”, Mei 2018. Buku antologinya antara lain “Resolusi Menulis” (Mei 2017), “Mendidik Anak di Era Digital” (Oktober 2017), “Virus Emcho” (Desember 2017), “Perempuan Dalam Pusaran Kehidupan” (Maret 2018), “Sahabatku Inspirasiku” (Maret 2018), “Belajar Kehidupan” (Januari 2019), “Literasi di Era Disrupsi” (Juli 2019), “Moderasi Beragama”, “Sejuta Alasan Mencintai Indonesia” dan “Guru Pembelajar” (Januari 2020), “Virus Emcho Melintas Batas Ruang Waktu” (Maret 2020). Lina bisa dihubungi di email sllinawati@gmail.com atau no hp/WA 0812.15.7557.86.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *