Pilih Laman

Satu Pohon untuk Negri, dari Orang Tua Murid

Program “Satu Pohon untuk Negri” berikutnya adalah untuk orang tua. Kebetulan hari jumat pagi para murid juga sedang praktek menanam, sehingga pagi itu suasana ‘gayeng’. Beberapa murid perempuan antusias membantu saya menyiapkan segala sesuatunya.

Murid kelas 4 itu didampingi mbak Afifah dan mbak Annisa menanam di depan kelas mereka. Mbak Mia juga sempat hadir dalam keterbatasan waktunya. Teman-teman Rumah Baca Komunitas ternyata juga hadir dengan pasukan lengkap dan peralatan lengkap. Cangkul pun dibawa serta. Hadir di antaranya adalah Kak Dafrin, Kak Sanny, Kak Sahrul Pora, Kak Arief, Kak Lukman.

Untuk kelas orang tua murid, kegiatan diselenggarakan di masjid sekolah. 60% undangan hadir. Maklum, ternyata hari ini ada beberapa sekolah yang raportan, tidak semuanya Sabtu. Meski demikian, acara tetap berlangsung meriah.

Program “Satu Pohon untuk Negri” saya sampaikan dengan sederhana dan gamblang. Berawal adanya tugas mendampingi mahasiswa Bioteknologi untuk melakukan dakwah masyarakat, muncullah ide dimitrakan dengan pihak-pihak terkait. Singkat cerita, jadilah program kali ini, Satu Pohon untuk Negri, kerjasama Bioteknologi Unisa Yogyakarta, Komite SDN Kanoman, Rumah Baca Komunitas, Bank Wakaf Mikro Unisa (Usaha Mandiri Sakinah) dan BRI Syari’ah.

Kepala SDN Kanoman yang diwakili Pak Wahid menyampaikan pentingnya kegiatan menanam ini. Dalam pelajaran, masih banyak anak yang tidak tahu bagaimana bentuk tanaman ubi, misalnya. Dalam konteks inilah, kegiatan menanam dirasakan sangat menunjang pembelajaran sekolah.

Hadir pada kesempatan ini dari Bank Wakaf Mikro Unisa adalah mbak Devi dan mbak Mera. Beliau memaparkan apa dan bagaimana Bank Wakaf Mikro itu. Pinjaman usaha tanpa bunga ini misalnya pinjaman satu juta rupiah, pengembalian juga satu juta rupiah. Diangsur 40 kali, jadi tiap angsuran sebesar 25 ribu. Tiap pertemuan angsuran itu ada bermacam kajian, baik bagaimana memajukan usaha, bagaimana memandirikan usaha, bagaimana komunikasi dalam keluarga dan hal terkait lainnya sesuai dengan visi misi BWM Unisa.

Pak Afif Sumariyanto dari Bank BRI Syari’ah menyampaikan terima kasih dan penghargaan adanya inisiatif program Satu Pohon untuk Negri ini. Simpel atau Simpanan Pelajar ini sangat simpel, sederhana. Hanya seribu rupiah sudah bisa buka rekening. Kenapa? Ini untuk edukasi, pendidikan menabung pada anak. Caranya cukup mudah. Fotocopy KK dan KTP Bapak/ Ibu untuk kelengkapan datanya, sedangkan buku tabungannya adalah atas nama anak.

Apa hubungannya menanam dan menabung Simpel? Hasil jual panen tanaman murid yang ditabung ini akan membawa sebuah kepuasan rasa “Ini hasil jerih payah kami”. Nilai ini diharapkan mampu menanamkan rasa tanggung jawab dan kemandirian pada diri murid.

Adapun Rumah Baca Komunitas, diwakili juru bicaranya, Kak Dafrin, menyampaikan dukungan penuh terhadap program Satu Pohon untuk Negri ini. “Kami senang dilibatkan juga dalam program ini karena menanam adalah juga bagian program kami. RBK “Membaca Menulis Menanam”, kata mas Dafrin.

Acara inti menanam dipaparkan oleh Ody, mahasiswa Bioteknologi Unisa Yogya. Orang tua murid mendengarkan dengan antusias, terlebih setelah dilakukan pembagian bibit tanaman cabe dan terong, polybag dan pupuknya. Otomatis pertanyaan-pertanyaan mengalir dari para peserta. Ketiga mahasiswa yang bertugas, yaitu Ody, Nia dan Dinda, tampak sibuk melayani pembagian benih kepada peserta dan menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan.

Tentu ada sebuah perasaan lega, bahagia, haru dan bangga. Ini memang baru langkah awal. Pohon pun masih kecil dan baru ditanam. Kami baru berkumpul. Namun semangat yang tampak di wajah murid maupun orang tua murid, memberikan harapan bagi kami, yaitu kesuksesan.

Perlu kami tuliskan langkah kecil di awal ini sebagai rasa syukur kami atas nikmat Allah yang tidak terhingga. Kami yakin atas ijinNya saja pertemuan itu bisa terlaksana. Semua unsur bisa hadir dalam forum menanam “Satu Pohon untuk Negri” ini: SDN Kanoman, Komite SDN Kanoman, Bioteknologi Unisa Yogya, Rumah Baca Komunitas, Bank Wakaf Mikro dan BRI Syari’ah.

Dengan tetap memohon ridha Allah, kami semua berharap agar langkah ini bisa berjalan lancar, ditindaklanjuti dengan baik dan sesuai dengan rencana.

Hendaklah ada rasa takut pada orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunan tak berdaya setelah mereka, khawatir akan nasib mereka. Maka takutlah kamu kepada Allah dan hendaklah berbicara dengan tutur bahasa yang penuh kasih sayang.

“Nggih, Bu, sami-sami. Kami selaku mahasiswa berterima kasih kepada Ibu Lina selaku dosen pengampu mata kuliah AIK yang telah memberikan kami kesempatan untuk bisa berdakwah menyampaikan ilmunya pada masyarakat. Kami selaku mahasiswa mendapatkan manfaat dan pengalaman yang amat sangat berharga. Terima kasih atas bimbingan dan arahannya, Ibu. Terima kasih juga kepada pihak-pihak yang terlibat untuk menyukseskan penyelenggaraan program menanam ini,” kata Ody mewakili tim kali ini.

Yogyakarta, 21 Desember 2019

Sri Lestari Linawati akrab disapa Lina. Pegiat literasi ini adalah penggagas BirruNA, PAUD Berbasis Alam dan Komunitas. Aktif di RBK, Komite SDN Kanoman dan kini mengabdi sebagai dosen Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Sore, Petang, Malam di Asrama Unisa

Hari ini saya bertugas di asrama Unisa. Ini adalah kegiatan asrama gelombang 3. Dua gelombang sebelumnya adalah asrama bagi mahasiswa laki-laki. Delapan gelombang berikutnya, dimulai gelombang 3 ini, adalah kegiatan asrama bagi mahasiswa perempuan. Terdapat 154 mahasiswi prodi S1 Arsitektur dan prodi S1 Gizi.

Pagi tadi saya mengajar AIK Praktikum pertemuan keenam Prodi S1 Fisioterapi di kampus 1 Serangan. Setelah menunaikan tugas-tugas di kampus 1, segera saya meluncur ke asrama. Cuaca terik sekali siang tadi di Yogyakarta. Menyengat. ‘Gobyos’ dibuatnya. Namun entah bagaimana, saya tetap merasa adem dibuatnya. Keindahan alam tampak amat sangat nyata. Bangunan-bangunan di kanan kiri bahu jalan berjajar rapi. Kendaraan lalu lalang, menandakan berputarnya aktivitas ekonomi. Tiap orang berpencar mencari karunia Allah yang tersebar di semesta bumi. Persediaan air mulai menyusut di banyak tempat, namun pepohonan di sana-sini tampak masih hijau. Menandakan adanya jatah air untuk kehidupan pepohonan. Dedaunan menari-nari lembut diterpa angin. Lekukan awan terlukis indah mewarnai langit. Pesawat terbang yang terbang melambat, tampak pelahan memasuki bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Sesampai asrama, tampak Pak Satpam sedang berbincang dengan tiga bapak. Beliau baru selesai mengerjakan lahan parkir asrama. Seusai koordinasi dengan mbak Nida admin asrama, sesuai dengan ketugasan yang diberikan pada kami, yaitu jam 17.00, saya ke depan melihat keadaan. Langit mulai tampak kekuningan. Burung-burung beterbangan pulang ke sarangnya. Di mana ya sarang mereka? Saat pagi mereka pergi ke mana? Selama seharian apa saja yang mereka lakukan? Duh, teramat banyak yang tidak kita ketahui dalam hidup ini. Sudahlah, yang jelas, burung-burung itu membuat saya takjub. Beterbangan dengan bebasnya. Terkadang mengepakkan kedua sayapnya. Terkadang mereka terbang dengan sayap telentang. Naik turun. Lurus. Masyaallah. Allahu akbar.

Mahasiswa mulai berdatangan dari kampus. Satu per satu memasuki asrama. Memarkir motor mereka di tempat parkir depan dan belakang. Memarkir motor pun menjadi media berlatih mandiri pada diri mahasiswa. Nilai-nilai semacam inilah yang menjadi dasar pembentukan karakter yang nantinya akan melekat pada diri mahasiswa. Di asrama, mahasiswa juga belajar bersabar karena mereka harus antri. Mereka pun belajar hidup dalam kebersamaan, mengaji dan mengkaji.

Shalat maghrib dilakukan secara berjamaah, dilanjutkan dzikir. Imam shalat dipilih dari tiap kelompok mahasiswa yang ikut asrama. Musyrifah yang merupakan kakak kelas Unisa semester 3 ke atas, adalah mahasiswa BIP (Beasiswa Ikatan Persyarikatan). Untuk kemudahan pendampingan mahasiswa, di tiap lantai ada musyrifah yang bertugas. Adapun pengelola asrama dan dosen LPPI bergiliran tugas jaga di asrama, sejak jam 17.00 hingga keesokan harinya jam 05.30 WIB.

Usai makan malam dilanjutkan shalat isya berjamaah di aula. Materi yang merupakan kajian tematik ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan penguatan pada diri kader. Ketua MPK PP ‘Aisyiyah yang sehari-hari sebagai dosen Farmasi UMY ini bernama Ibu Dra. Salmah Orbayyinah, M.Kes. Beliau menyampaikan materi “‘Aisyiyah sebagai Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan”.

Paparan beliau runtut sejak awal hingga akhir. Diskusi antarkelompok juga merupakan pembelajaran yang menarik. Materi diakhiri dengan bersama menyanyikan theme song Mars Muktamar Muhammadiyah 48. Ya, sekitar enam bulan lagi akan kita ikuti bersama Muktamar Muhammadiyah ke-48. Itulah perhelatan akbar Muhammadiyah ‘Aisyiyah. Selamat dan sukses, Muhammadiyah ‘Aisyiyah.. Semoga Allah melimpahkan karuniaNya yang tidak terhingga pada kita semua menuju Indonesia Berkemajuan.[]

Semnas AIK dan ALAIK PTMA

Semnas AIK pertama di UMS diadakan Desember 2018. Saya hadir sebagai utusan UNISA (Universitas ‘Aisyiyah) Yogyakarta, bersama Pak Iwan dan Pak Royan. Semnas tersebut satu rangkaian dengan call for paper dan bussiness meeting. Awalnya saya juga tidak faham apa itu bussiness meeting. “Apa hubungannya dengan AIK? Apakah di AIK akan dibentuk semacam jaringan pengusaha?” Saya ikuti saja alurnya. Ternyata, bussiness meeting itu membahas berbagai persoalan AIK di PTMA. Singkat cerita, bussiness meeting waktu itu memutuskan perlunya dibentuk kepengurusan bernama asosiasi lembaga al-islam kemuhammadiyahan, yang disingkat ALAIK.

Kepengurusan ALAIK segera disusun. Diajukan ke Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. “Dilengkapi biodata,” saran Diktilitbang. Ternyata, tak mudah mengumpulkan biodata dimaksud. Sudah diopyak-opyak via grup whatsapp asosiasi lembaga AIK pun responnya hanya satu dua. Dijapri pun membuahkan hasil yang amat sangat lama. Membutuhkan kesabaran yang super duper ekstra. Walhasil, waktu kian mepet, sedangkan SK sebaiknya segera diturunkan, untuk memberikan kejelasan arah dan sikap. Terbitlah SK Kepengurusan ALAIK PTMA, isinya hanya sebatas pengurus harian dan koordinator divisi. Mengapa? Karena hanya data tersebut yang sudah siap.

Hari semnas 2 AIK Umsida kian dekat. Persiapan pelantikan pun dilakukan. Koordinasi antara ALAIK PTMA, Umsida dan Majelis Diktilitbang PPM dilakukan. Alhamdulillah rangkaian semnas 2 AIK Umsida berjalan lancar, pelantikan juga terselenggara sesuai dengan rencana. Mengharukan. Membanggakan. Syukur pada Allah atas segala karuniaNya.

Kerja ALAIK PTMA membentang luas di depan mata. Ada banyak agenda persoalan AIK yang musti dipecahkan oleh ALAIK. Paket kerja ALAIK harus dilanjutkan: semnas, call for paper dan bussiness meeting. Three in One. Semnas AIK merupakan penyegaran terhadap substansi AIK. Call for paper adalah partisipasi aktif AIK di bidang karya ilmiah. Bussiness meeting adalah forumnya membahas persoalan-persoalan AIK PTMA.

Bagaimana dengan peningkatan kualitas dosen AIK? Ya, ini akan dibahas dalam program kita selanjutnya.

Bagaimana dengan interneisyenel conference AIK? Desember 2019 ini UMS memulainya. Sedih juga tidak bisa mengejar deadlinenya karena penelian saya belum kelar. Namun demikian, terselip rasa bangga atas kesediaan UMS mengibarkan forum itu. Ke depan, interneisyenel conference diharapkan jadi fokus garapan ALAIK PTMA juga.

Omong-omong, ada berapa sih jumlah PTMA kita? Infonya, hingga awal November 2019, terdapat 165.

Apakah semua PTMA telah memiliki lembaga AIK? Nah itu dia.. belum! Nah, tugas ALAIK PTMA untuk mensupport terbentuknya lembaga AIK di setiap PTMA.

Mudahkah?
Mudah..

Hla gimana mudah, wong ngumpulin biodata saja susahnya minta ampyun..?

Hla ya diusahakan satu per satu.. Ok?

Sejumlah 165 PTMA itu? 😳

Hla iya..

Wuik!

Bismillah..

Oke.. oke..

Lalu apa langkah pasca semnas 2 AIK Umsida?

ALAIK PTMA akan segera audiensi dengan Majelis Diktilitbang PPM, Konsorsium Nasional LPPM PTMA, dan juga Majelis Dikti PP ‘Aisyiyah.

Apa agenda semnas AIK berikutnya? Telah ada beberapa kampus yang inden sebagai host semnas, al UMSU (tahun 2020), UM Metro Lampung (2021), UM Surabaya (2022) dan UHAMKA (2023).

Bagaimana kesiapan dana ALAIK? Bussiness meeting pertama di UMS telah memutuskan adanya iuran satu juta rupiah tiap PTMA per tahun.

Apakah yang dimaksud dengan virtual account ALAIK PTMA?

Virtual account ALAIK PTMA atau selanjutnya disingkat VA adalah metode pembayaran iuran ALAIK PTMA dengan aplikasi bank. Dengan sistem ini, tiap PTMA akan mengirimkan iurannya secara mudah dan praktis. Online. Data PTMA yang mentransfer iurannya akan langsung terekam di dalam sistem. Misal PTMA X mentransfer iurannya pada hari, tanggal, jam berapa.

Apa manfaatnya untuk ALAIK PTMA?

Tentu sistem ini akan memudahkan manajemen keuangan. ALAIK akan bisa segera mendeteksi PTMA mana saja yang sudah kirim maupun yang belum, dengan sekali klik. Transparansi keuangan antara sesama pengurus maupun dengan anggota diharapkan dapat terwujud. Kepercayaan antar individu itulah nilai dasar yang perlu kita bangun. Tanpa adanya rasa saling percaya, saling menghormati, saling mendukung, tidak mungkin kegiatan AIK PTMA berjalan baik. Itu karena AIK adalah core values.

  1. Kembali tentang virtual account atau VA. Bagaimana mekanismenya?
    Bendahara ALAIK akan mendata satu nama dari PTMA di link
    http://bit.ly/datalembagaAIKptma
  2. Bendahara akan mengirimkan informasi tagihan iuran ke PTMA dan memberikan nomor VA ke email person yang telah ditunjuk PTMA yang namanya telah diisikan di link no 1 di atas.
  3. PTMA mentransfer iurannya pada ALAIK PTMA dengan nomor VA yang telah diberikan dari bank manapun, baik langsung dari bank ataupun dari ATM.
  4. Setelah transfer, otomatis PTMA akan memperoleh bukti pembayaran. ALAIK PTMA juga otomatis mengetahui adanya dana masuk dari PTMA tersebut, tanpa harus menunggu konfirmasi dari pengirim, apalagi bertanya-tanya ini kiriman dari siapa.

Mengapa ikhtiar ini perlu kita lakukan?

Karena agenda pengembangan AIK di PTMA ada banyak, maka sudah semestinya kita memulai langkah ini. Tidak mudah memang, namun saya yakin ini menjawab persoalan kita. AIK adalah core values PTMA yang musti kita carikan solusi alternatif-alternatif pengembangannya. Kebijakan-kebijakan AIK PTMA yang telah berhasil dirumuskan oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan Majelis Dikti PP ‘Aisyiyah perlu ditindaklanjuti dalam dataran kongkrit kehidupan PTMA. Denyut nadi PTMA terus berdetak. ALAIK PTMA sudah saatnya tampil menjadi waltakun minkum ummatun yad’una ilal khair wayakmuruna bil ma’ruf wayanhauna ‘anil mungkar segolongan umat yang menyerukan kebaikan, mengajak kebajikan dan mencegah kemungkaran.

Tidak semua persoalan AIK bisa diselesaikan oleh ALAIK PTMA. Setidaknya kita bersama memiliki semangat untuk memikirkan, mengkaji dan menyelesaikan persoalan AIK PTMA, setahap demi setahap. Sak uprit tak apalah. Konsisten dan istiqamah semoga bisa kita lakukan terhadap langkah kecil kita. Kepada Allah jua kita serahkan segala daya dan upaya.[]

Yogyakarta, 24 November 2019.

Sri Lestari Linawati akrab disapa “Lina” ini sehari-hari mengabdi sebagai dosen UNISA Yogyakarta. Tinggal di Kanoman, Banyuraden, Gamping, Sleman. Pegiat literasi ini suka blusukan dari kampung ke kampung untuk mencerdaskan anak Indonesia. Allah menganugerahkan kecerdasan pada tiap individu, kita mengenalnya “multiple intelligence”, kecerdasan majemuk. Pelajaran ini Lina dapatkan dari empat buah hatinya, hasil pernikahannya dengan Arief Budiman Ch yang akrab disapa “Adim”.

Sukses Outbound Bersama IMM

Outbound adalah kegiatan hari terakhir Propemka (Program Pembentukan Karakter). Tahun 2018 ini outbound digelar untuk Propemka gelombang 1, 2, 4, dan 5. Belajar dari gelombang pertama, maka di gelombang 2 diusahakan ada tim dari mahasiswa. Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak ada mahasiswa HW, mahasiswa IMM pun jadi.

Petang, hari pertama Propemka Gelombang 2, terkumpul 8 Immawati berdasarkan informasi dari IMM. Lina selaku fasilitator Outbound Management Training Tingkat Nasional Hizbul Wathan yang diberi amanah Outbound Propemka 2018 menyampaikan maksud dan tujuan penyelenggaraan outbound. Lina juga meminta kesediaan tiap Immawati. Memahami permainan dan melakukan dengan keikhlasan diharapkan dapat melancarkan jalannya permainan dan membuahkan karakter yang diharapkan.

Kedelapan Immawati itu bersedia membantu pelaksanaan Outbound Propemka antara lain:

Ariyanti, Keperawatan, asal Magelang (2,4,5)
Irma Handayani, Keperawatan, asal Sumbawa (2,4,5)
Risna Irawati, D4 TLM, asal Luwuk Sulsel (2,4,5)
Nurul Azizah, D4 TLM, asal Kulonprogo (2,4,5)
Sri Bulan, Psikologi, asal Sulteng (2,4)
Ogi Oprilia, Keperawatan, asal Cilacap (2)
Baiq Annisa, Biotek, asal Lombok (2)
Wahyuni, Biotek, asal Kota Yogyakarta (2)

Tema outbound ini adalah “Kepemimpinan dan Manajemen Konflik”. Permainan yang dilakukan sebagaimana outbound pertama, yaitu Ball Tossing, Birthday Line up, dan Blind Train. Pada permainan Ball Tossing peserta akan berlatih mengikuti ketentuan yang berlaku, mengenal nama dan asal kota teman satu kafilah, focus pada tujuan, kerjasama, kecepatan dan ketepatan. Pepatah mengatakan “tidak kenal, maka tidak sayang”. Ini menunjukkan bahwa saling mengenal itu penting. Nama teman dan berasal dari kota mana, diharapkan dapat meningkatkan saling pengertian akan budaya dan karakter tiap teman. Kerjasama, dengan demikian, dibangun dari sebuah rasa saling percaya. Kerjasama juga diharapkan memfasilitasi setiap pribadi menjadi lebih baik dan kian sempurna di hadapan Allah.

Pada permainan “Birthday Line Up”, peserta diajak melatih kekompakan tim menuju satu tujuan bersama. Setiap anggota mempunyai peran penting dalam pencapaian kesuksesan. Oleh karena itu kerjasama menumbuhkan semangat setiap individu untuk ikut berperan menyukseskan program. Ada kepedulian, empati. Diskusi dalam kelompok dilakukan agar dapat mengatur teknik dan strategi yana perlu dilakukan oleh tiap anggota kelompok.

Permainan “Blind Train” mengajak peserta kian meningkatkan kerjasama kelompok. Tantangan lebih besar lagi. Kepedulian, partisipasi dan peran tiap anggota sangat dibutuhkan bagi pencapaian sukses. Masalah yang timbul dalam kelompok harus dapat diatasi bersama. Rasa saling mempercayai, dengan demikian, menjadi urgen dan strategis untuk dilakukan. Tanpa adanya rasa saling percaya, sukses bersama mustahil dapat dicapai. Kepercayaan itu dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Pemimpin menjalankan tugasnya sebagai pemimpin, anggota pun menjalankan tugasnya sebagai anggota. Setiap bagian penting karena merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.

Permainan hari ini, Sabtu, 27 Januari 2018, berlangsung di halaman depan UNISA sisi utara. Hari ini UNISA Yogyakarta mempunyai 5 acara besar. Propemka sebagai agenda rutin tahunan bagi mahasiswa baru, kali ini digelar dalam 6 gelombang. Acara lainnya adalah Workshop Internasionalisasi Institusi, Peringatan Hari Gizi, Workshop Keperawatan dan Seminar Kebidanan. Pemanasan bagi peserta outbound pun dilakukan bersama dalam Senam memperingati Hari Gizi. Tepat guna dan saling menguntungkan.

Ini adalah beberapa komentar peserta Outbound 27 Januari 2018 yang dapat kami himpun.

Ilmi Oktaviani, D3 Kebidanan, Kafilah Satu.

“Permainan Ball Tossing memberikan hikmah bahwa kita harus selalu fokus, cekatan, membutuhkan kerjasama yang baik, mengingat, manajemen waktu. Saya menyadari bahwa kejadian atau gambaran tentang masalah yang terjadi pada game tersebut ada di kehidupan pribadi saya maupun di dunia kuliah.

Dalam menerima bola yang dilempar juga harus cekatan agar tidak jatuh dan salah terima. Kita juga harus teliti dalam hal apapun agar tidak ada kesalahan. Apalagi kami sebagai calon tenaga kesehatan yang seharusnya bisa melayani pasien dan masyarakat dengan baik.

Permainan Birthday Line Up melatih kerjasama, kepercayaan, kekompakan, cekatan, teliti. Kita harus selalu bekerjasama dalam satu kelompok atau dalam suatu organisasi agar selalu bisa mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen waktu sangat dibutuhkan.

Permainan Blind Train melatih kepemimpinan, kepercayaan, kerjasama, manajemen konflik, kepekaan, manajemen waktu.Masing masing dari kita adalah pemimpin, jadi setiap diri kita juga harus bisa memimpin diri kita sendiri agar bisa memimpin oranglain.

Banyak yang bisa saya dan teman teman ambil dari permainan yang telah diberikan oleh panitia. Kepemimpinan, kerjasama, manajemen waktu, kepercayaan itu sangatlah dibutuhkan di dalam kehidupan kita, apalagi pada suatu kelompok atau organisasi.”

Elvira Kartika N, D4 Teknologi Laboratorium Medis (TLM), Kafilah 7.

“Dari 3 game yang kami lewati kami bisa lebih mengenal teman-teman, hafal nama daerahnya, belajar lebih kompak dan lebih kreatif. Luaaar biasaa 🤩”

Shalma Alya Fadilla, D3 Kebidanan, Kafilah 8

Banyak sekali makna yang dapat diambil, diantaranya kerjasama yang baik. Seorang pemimpin tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, apabila tidak ada dukungan dari anggotanya.

Selain itu, menjadi seorang pemimpin harus bisa mengkondisikan anggotanya. Mulai dari ketepatan waktu, cara yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan suatu masalah, berani mengambil resiko serta sabar menghadapi persoalan di komunitasnya.

Dan permainan ini melatih beberapa sikap seperti manajemen konflik, melatih konsentrasi dan kerjasama.

Luthfy Nur Fadhila Putri, D3 Kebidanan, Kafilah 9

Kesan yang dapat dipetik dari ketiga permainan tersebut adalah kekompakan, kepekaan dalam merespon perintah, dan berkeinginan untuk mencapai suatu keberhasilan. Dapat saya simpulkan bahwa kita butuh kerjasama antara anggota satu dengan yang lain.

Dina Riska Anisa, D3 Kebidanan, Kafilah 11

Dapat bekerja sama dengan tim, mengatur waktu sedisiplin mungkin, memahami satu sama lain, konsentrasi, dan memecahkan masalah secara kelompok.

Aprialis, D3 Kebidanan, Kafilah 12

Hari ini saya dan kelompok saya mengikuti 3 permainan. Dalam permainan tersebut kami mendapatkan pengalaman baru dan pelajaran. Permainan ball tossing mengajarkan kami untuk mengenal lebih jauh nama teman dan asal daerah teman, fokus dan lebih berhati-hati.

Permainan Birthday Line Up mengajarkan kami untuk fokus, berhati-hati, peka terhadap temannya, kompak dan kerja sama yang baik. Dari permainan Blind Train kami belajar fokus, kompak, peka, koordinasi dengan baik, percaya bahwa pemimpin bisa memandu, dan pemimpin harus cepat dalam mengambil keputusan.

Safitri Anda Resta, D4 TLM, Kafilah 13

Kita menjadi lebih banyak mengenal satu sama lain teman-teman TLM, melatih kekompakan, kerjasama tim, manajemen waktu, melatih kesabaran, dan harmonisasi dalam kerja kelompok. Kami berharap dapat mengaplikasikannya dalam dunia kerja yang nyata.

Lisa Wahyuningrum, D4 TLM, Kafilah 14

Banyak pelajaran yang dapat kami ambil. Melatih kesiapan, kesigapan, kecepatan dan saling mengenal satu dengan lainnya. Pada permainan Birthday Line Up kita dapat belajar tentang kepentingan mengatur strategi dan kerjasama dalam mencapai suatu tujuan dengan cepat dan tanpa kesalahan.

Permainan Blind Train memberikan pelajaran pentingnya seorang pemimpin dan kerjasama dalam suatu kelompok.

Indi Rafani Ayu Ranaris, D4 TLM, Kafilah 16

Kami mengalami kegagalan dalam permainan tersebut. Faktor penyebab kegagalan kami adalah kurangnya komunikasi, strategi, dan menegemen waktu. Kami mendapatkan pelajaran: 1. Team work dan kekompakan, 2. Menambah keakraban, 3. Menambah wawasan, 4. Mengetahui asal daerah dari teman satu tim, 5. Menambah daya ingat, dan 6. Belajar komunikasi dalam suatu tim.

Pada permainan pertama, Birthday Line Up, kami belajar bahwa dibutuhkan kecepatan, baik kecepatan dalam pemecahan masalah maupun kecepatan dalam melakukan pergerakan / perpindahan. Dibutuhkan juga ingatan tentang ciri fisik teman maupun data diri seperti tanggal lahir, strategi dan pemahaman. Tidak boleh ada kesalahan.

Pada permainan kedua, Blind Train, kami kurang mulus. Banyak sekali kesalahan seperti berbicara, tertawa, dan menendang rintangan sebanyak 2x. Dari permainan ini kami belajar fokus yang tinggi, ketepatatan pemandu/ pimpinan memberikan arahan, anggota juga harus respon terhadap arahan, cepat, diperlukan kepercayaan pada orang di belakang yang memberikan arahan.

Pada permainan ketiga, Ball Tossing, terjadi 1 kesalahan, yaitu bola jatuh, tidak berhasil ditangkap. Kami belajar perlunya self control agar tidak panic. Panik dan gugup akan menyebabkan tidak bisa menangkap bola dan sulit menyebutkan nama serta asal kota teman. Juga sangat diperlukan fokus, agar dapat menyebutkan nama teman dan asalnya dengan benar. Dari permainan ini kita dapat menghafal lebih mudah tentang teman kita.

Dari ketiga permainan itu dapat disimpulkan bahwa setiap individu harus belajar fokus, untuk juri dibutuhkan kejujuran dan ketelitian dalam menilai permainan, untuk pemimpin dibutuhkan kesabaran dalam memimpin dan kebijaksanaan, bagi anggota di dapatkan kemampuan melatih fokus, sabar, insting kuat, kepercayaan, kekompakan.[]

Outbound Propemka UNISA 2018

Saya tidak tahu persis dari mana saya harus memulai tulisan ini. Hujan terus turun sejak tadi sore, seakan menyapa kehambaan kita. Allah ada, selalu mencipta dan mencipta. Hati terus bergulat antara sifat kemanusiaan dan jiwa yang akan kembali pada Sang Pencipta. Saya pun manusia biasa, butuh perjuangan untuk menghadirkan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Kemarin sore, sepulang dari kampus, sangat ingin segera menuliskan terima kasih saya pada Pak Emcho yang telah mengirimkan buku terbarunya “Virus Emcho”. Saya belajar hakikat dan makna ketulusan dari sosok Alumnus International Writing Program di University of Iowa (1993). Hahaha.. lagi-lagi saya dihadapkan pada makna iman. Iman yaitu keyakinan yang diucapkan, diyakini dalam hati dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Maksudnya?

Begini. Saat hendak menulis, tiba-tiba Bu Islam dan Pak Royan meminta saya memandu outbound untuk “besok pagi” (tadi pagi, red). Gedubrak! Besok pagi! Tak ada pendamping pula dari Hizbul Wathan Kafilah UNISA. Mardatillah ketua UKM HW untunglah segera menghubungi saya. Dia menyampaikan maaf karena tidak bisa membantu. Mahasiswa sudah pulang liburan, lainnya sedang tunaikan kewajiban praktikum.

Sebagai manusia biasa, jujur saya bingung dan agak nervous. E.. hla kok ya ndilalah baru saja saya belajar memahami hakikat dan makna ketulusan. Mengambil ibrah ketulusan dari sosok Kepala Pusat Bahasa UNESA ini, mendorong saya melaksanakan saja tugas itu apa adanya, semampunya. Pasrah saja. Siapapun dan berapapun yang akan membantu outbound, saya berserah diri saja kepada Allah. Teknik dan strateginya baru bisa disusun lanjut setelah tahu berapa kekuatan yang dimiliki.

Jam 07.00 koordinasi persiapan Outbound di ruang transit dosen Gedung B lt 1 UNISA. Ternyata hanya Bu Devin seorang. Bismillah.. Briefing singkat, bla.. bla.. bla.. Jam 07.30 acara dimulai. Alhamdulillah outbound propemka yang diikuti 250 mahasiswa Perawat dan Gizi dapat berlangsung sesuai dengan rencana. Game Ball Tossing, Birthday Line Up dan Blind Train digelar untuk tema “Kepemimpinan dan Manajemen Konflik”. Saat debriving, mahasiswa menyatakan senang dan mengambil hikmah dari ketiga permainan tersebut. Alhamdulillah. Allah akbar. Kuasa Allah saja.

Berikut adalah komentar mahasiswa tentang outbound “Kepemimpinan dan Manajemen Konflik”

Nama : Eko Arvin Witanto/ Ilmu Keperawatan 1B

Alhamdulillah Bu hari ini senang sekali. Setelah 3 hari 2 malam mengikuti acara Propemka, dilanjutkan outbound. Rasa penat dan bosan hilang seketika. Kita diajarkan tentang kepemimpinan dan manajemen konflik, Di sini saya belajar bahwa jadi pemimpin itu susah. Pemimpin dituntut untuk tanggungjawab, amanah, dan adil. Untuk apa? Demi terlaksananya kelompok/organisasi yang kompak dan berkemajuan. Terima kasih ilmunya, Bu 🙏😊

Nama: Komang Doniawan/ Ilmu Keperawatan 1B

Kesan kesan saya selama mengikuti Propemka selama 3 hari ini sangat menyenangkan, menarik dan menambah pengalaman yang luar biasa .

Dari ketiga permainan “Kepemimpinan dan Manajemen Konflik”, menurut saya, kita tidak begitu mudah menjadi seorang pemimpin yang baik. Kita harus melewati banyak rintangan untuk menjadi pemimpin yang cerdas dan tegas. Bagaimana mengarahkan ke depannya agar lebih baik, sangat diperlukan dari seorang pemimpin.

Nama : Dian Alifah Kumala Dewi/S1 Gizi

Menurut pendapat saya, dari permainan “Kepemimpinan dan Manajemen Konflik” saya belajar bagaimana cara memanaj atau mengatur konflik agar dapat terpecahkan. Dengan cara berkoordinasi dengan anggota, sebagai pemimpin harus bisa mengatur dan meminimalisir kesalahan tersebut. Dan sebagai anggota harus menuruti perintah pemimpin dan mampu bekerja sama dengan anggota lain maupun pemimpin. Sebagai anggota juga harus menerima pendapat orang lain agar misi dapat tercapai. Dan sebagai pemimpin harus bisa mengatur bagaimana strategi agar misi tercapai dan akhirnya konflik tersebutdapat terpecahkan.

Mendidik Anak Shalih

Sore ini adalah pertemuan kedua saya dalam Kajian Ahad Sore Ibu-ibu Pimpinan Ranting Aisyiyah Banyuraden. Materi yang saya sampaikan masih mengulang bacaan surat Al-Ahqaf (46) ayat 15.

Hal menarik dari pertemuan satu dan dua, semua peserta antusias mengikuti kajian. Ibu-ibu menirukan bacaan satu persatu. Tentu bagi saya ini adalah hal yang luar biasa. “Banyak ilmu yang saya peroleh,” komentar peserta. Selain memperbaiki bacaan, eh, lebih tepatnya menyempurnakan bacaan, ngaji dua ahad ini menumbuhkan inspirasi manajemen pendidikan di 3 TK ABA yang ada di lingkungan Banyuraden.

Ide itu merupakan usulan ibu-ibu. Ini berita bagus. Ini adalah wujud kepedulian ibu-ibu PRA Banyuraden untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran di TK ABA. Tentu saja saya bahagia mendengarnya. Saya telah memimpikannya dua puluh tahun lalu. Pengalaman tujuh belas tahun mengelola BirruNA, mengajarkan pada saya pentingnya keyakinan tauhid dalam memberikan layanan terbaik kepada konsumen. Hanya dengan kekuatan bersama, kerja bersama seluruh kekuatan Aisyiyah Ranting, insyaallah mimpi itu akan menjadi kenyataan.

Hal kedua yang menjadi catatan menarik saya adalah ketertarikan ibu-ibu pada materi karena terkait langsung dengan persoalan perempuan dan ibu. Setiap ibu pasti membutuhkan anaknya berbakti pada kedua orang tua. Masalahnya, kebaktian itu tidak serta merta terjadi, melainkan harus diupayakan, dikondisikan. Inilah peran penting pendidikan. Buatlah proses pendidikan itu menyenangkan peserta didik, yang memotivasi, menggembirakan. Insyaallah tanpa dipanggil berkali-kali pun, mereka akan datang dengan sendirinya dan dengan suka-cita.

Karena ayat terkait langsung dengan dunia perempuan, maka bacaan menjadi lebih mudah difahami dan dihafalkan. Alhamdulillah.. Selain mengikuti kapasitas memori otak, bacaan ringan ini menjadi lebih mudah pula diamalkan dan dibagikan kepada orang lain. Dengan demikian, hal ini menumbuhkan rasa percaya diri ibu-ibu adanya ilmu yang dimiliki, yang dengan itu ibu-ibu memiliki semangat untuk juga berbagi kepada ibu-ibu lainnya di sekitarnya. Ada pertemuan dasawisma, posyandu, tabo jumantik, pertemuan rutin bulanan RT ibu-ibu, dan masih banyak lagi.

“Think globally, act locally” adalah semboyan yang sebaiknya kita terapkan dalam lingkungan kita. Maknanya “Berfikir global, namun melakukan hal dari local”, yaitu sederhana, kini, di sini dan saat ini. Semangat yang kita miliki, yuk kita jaga bersama. Bahwa kita bermimpi setiap siswa TK ABA mampu membaca Al-Qur’an, itu bagus. Yang perlu diingat pula adalah bahwa mimpi itu harus direncanakan secara bertahap, terukur dan terarah. Sampai kapan? Terus saja bergerak.